cara memelihara ayam petelur

Cara Memelihara Ayam Petelur

Posted on

Cara memelihara ayam petelur yang baik – Beternak masih menjai usaha yang populer dan paling banyak dijadikan pilihan berwirausaha.

Umumnya dilakukan oleh masyarakat pedesaan, yang masih memiliki banyak lahan kosong.

Serta lingkungan sosial yang masih baik untuk bertoleransi dengan bau ataupun kotoran dan efek samping lainya.

Salah satu bisnis peternakan yang tetap populer hingga saat ini adalah ayam petelur.

Bisnis ini masih banyak diminati masyarakat, selain mudah juga lebih menjanjikan karena telur ayam bisa dipanen setiap hari.

Ditambah lagi kebutuhan konsumen akan bahan makanan yang juga semakin meningkat.

Ayam petelur adalah jenis ayam khusus yang dipelihara untuk diambil telurnya.

Ayam ini memiliki ciri-ciri bulunya yang berwarna kecoklatan, dan ukuran badannya yang sedikit lebih besar.

Berbeda dengan jenis ayam potong yang berwarna putih, dan tidak pernah bisa bertelur. Karna memang ayam potong dipelihara hanya untuk diambil dagingnya.

Asal muasal adanya ayam petelur adalah ayam hutan yang sudah dilakukan banyak penelitian untuk menghasilkan ayam petelur ini.

Ayam hutan sebelumnya memang bisa diambil daging dan telurnya, tapi setelah dilakukan penelitian, ayam hutan ini diubah menjadi ayam petelur yang bisa bertelur banyak.

Ayam petelur memiliki ciri-ciri bulu berwarna coklat kemerahan serta ukuranya sedikit lebih besar.

Ayam petelur ini bisa mulai memproduksi telur sejak berusia 5 bulan dan terus berlanjut sampai sampai berusia 1,5-2 tahun.

Telur yang dihasilkan bisa mencapai 200 butir di setiap tahunnya.

Setelah ayam tidak efektif lagi dalam betelur, daging ayam ini masih bisa dikonsumi.

Hal seperti ini yang disebut sebagai proses afkhir. Dimana ayam petelur yang sudah tua di panen dan dipindah ke rumah potong ayam yang selanjutnya bisa dikonsumsi dagingnya.

Jadi bagi peternak ayam petelur, tidak akan rugi meskipun ayam-ayam tersebut sudah tidak bisa bertelur lagi.

Baca juga: 7 Tips merawat ayam petelur, hasil maksimal!!

Cara Memelihara Ayam Petelur Yang Baik

Bukan hal yang sulit untuk memelihara ayam petelur. Hanya perlu ketlatenan dan beberapa pengetahuan dasar, maka Anda sudah bisa memulai berwirausaha.

Berikut beberapa cara memelihara ayam petelur yang sederhana dan pengetahuan dasar yang wajib Anda tahu :

1. Kandang ayam petelur

kandang ayam petelur

Hal pertama yang anda perlu siapkan adalah kandang ayam. Untuk ayam petelur, kandang yang digunakan adalah jenis kandang layer.

Kandang layer sudah dilengkapi dengan tempat telur dibagian bawah, sehingga telur bisa langsung diambil.

Kandang layer terbuat dari bambu yang dibuat panjang hingga 2-3 meter, yang diberi sekat-sekat-sekat berukuran 30-40 cm. Setiap kota-kotak ini biasanya terisi 1 atau 2 ayam jika sekat memiliki ukuran yang agak lebar.

Kandang layer biasanya disusun memanjang dan bertumpuk seperti tangga. Jenis kandang ini juga sudah dilengkapi dengan tempat makan ayam yang terbuat dari setengah pipa.

Sedangkan untuk tempat minumnya berupa pipa panjang dengan nepel-nepel yang terletak di depan setiap kotaknya.

Pipa minuman ini tersambung menjadi satu dengan tandon atau ember diujung kandang.

Cukup mudah jika ingin mengisis minuman ayam, cukup dengan mengisi tandon dengan air.

Susunan bertingkat kandang layer biasanya dibuat 2 atau 3 tumpuk jika memilhara dalam skala besar.

Kandang ayam sebaiknya dibuat seperti panggung untuk memisahkan kotoranya sehingga kandang tetap terlihat bersih.

Yang perlu anda perhatikan dalam menempatkan ayam pada kandang adalah, jangan membuat ayam stres dengan kandang yang sempit.

Jika sekat kandang layer terlalu kecil untuk 2 ekor ayam,sebaiknya isikan 1 ekor saja.

Tingkat stres pada ayam, bisa akan mempengaruhi tingkat produksi dan kualitas telur nantinya.

Dan yang terpenting adalah kebersihan dari kandang ayam itu sendiri. Sebelum Anda memasukkan ayam sebaiknya bersihkan dulu kandan dan semprot menggunakan cairan desinfektan.

Tujuanya untuk membunuh jamur,kuman serta bakteri yang kemungkinan ada. Apalagi jika kandang tersebut sudah pernah digunakan sebelumnya.

Jamur, virus dan bakteri bisa menyebabkan ayam sakit atau pertumbuhan dari ayam yang bisa terganggu.

2. Pakan ayam petelur

pakan ayam petelur

Pakan ayam yang digunakan berikan merupakan campuran dari jagung yang telah digiling halus, konsentrat, dan katul.

Pakan konsentrat biasanya mengandung Protein, lemak, serat kasar, kalsium , Phospor dan energi.

Jenis padakan konsentrat bisa dibeli pada toko peternakan atau poltry shop.

Jenis yang pakan yang dipilih haruslah sesuai dengan usia ayam dan jenisnya. Bisa menggunakan jenis pakan ayam petelur yang bagus.

Pemberian pakan bisa ilakukan 2x sehari, pada pagi dan sore hari. Jangan lupa untuk membersihkan tempat pakan ayam 2 hari sekali.

Dan menggantinya engan pakan yang baru. Sedangkan pakan sisa bisa dicampurkan dengan yang baru untuk menghindari pembuangan.

3. Minuman ayam petelur

minum ayam

Ayam juga perlu minum ya pemirsa, jadi jangan lupa untukmemberikan minum juga pada ayam.

Ayam bisa diberikan air biasa sebagai minumnya.

Sesekali berikan obat cacing atau vitamin ayam. Tujuanya supaya  ayam petelur bisa tetap dalam keadaan sehat.

Baca juga: tempat minum ayam otomatis

4. Vaksinasi ayam petelur

vaksinasi ayam petelur

Vaksinasi bisa diberikan pada ayam petelur umumnya 4 kali dalam setahun. Vaksinasi yang diberikan juga berbea-beda.

Ada vaksinasi sebagai antibiotic untuk pencegahan penyakit, adajuga vaksinasi untuk mengobati ayam yang sakit.

5. Panen telur

panen telur

Dalam usaha ternak ayam petelur, pemanenan utamanya adalah telur.

Namun, jika anda memilih budidaya ayam petelur jenis Medium, maka Anda akan mendapatkan hasil tambahan berupa daging dari ayam yang telah tua (afkhir).

Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari pada pagi, siang dan sore hari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi telur yang disebabkan oleh virus ataupun keretakan akibat terdesak ayamnya dapat terhindar/terkurangi.

Setelah telur diambil bisa diletakkan di egg try anisortir, antara telur yang bagus an yang retak-retak.

Jangan lupa perhatikan detail pada tubuh ayam setiap hari.

Perhatikan juga kejanggalan atau keanehan pada tingkah laku ayam yang tiadk biasa.

Bisa saja ayam tersebut sedang terkena penyakit tertentu sperti sakit mata, ngorok dan sebagainya.

Ayam memanglah benda hidup yang tetap harus dirawat dan diberi makanan setiap hari. Untuk itu perlu ketlatenan dan kesabaran yang lebih lagi untuk Anda.

Terimakasih dan salam sukses peternak indonesia *** penetasan.com

Jangan lupa share ya