cara meneropong telur yang baik dan efektif

Cara Meneropong Telur

Posted on

Ketika Anda mulai mempelajari cara menetaskan telur, anda akan sering menemukan kalimat candling atau cara meneropong telur. Apa sih sebenarnya peneropongan itu ? dan apa saja tujuannya? Apa saja manfaat yang akan didapatkannya? Mari kita bahas disini.

Meneropong atau candling merupakan proses pencahayaan pada telur untuk mengecek, apakah telur tersebut layak ditetaskan atau tidak. Tujuan utama peneropongan adalah melihat ada atau tidaknya embrio didalam telur. Embrio inilah yang nantinya akan tumbuh menjadi anakan unggas. Jika tidak terdapat embrio, maka telur tidak akan pernah menetas sama sekali.

Selain itu, manfaat meneropong telur juga untuk mengetahui apakah embrio tersebut tetap berkembang dengan baik atau tidak. Embrio yang tidak tumbuh, bisa disebabkan karena tidak adanya pembuahan dari unggas jantan sebelumnya. Embrio yang tidak tumbuh ini disebut dengan telur infertil. Sedangkan telur yang embrionya bisa tumbuh, disebut dengan telur fertil yang layak untuk ditetaskan.

Proses Meneropong Telur Ayam, Bebek, Itik dan Unggas lainnya

Proses peneropongan biasa disebut juga dengan candling. Cara ini dilakukan dengan menyinari telur dengan cahaya terang sehingga bagian isi telur bisa terlihat dengan jelas. Cara meneropong telur bisa dilakukan menggunakan lampu sederhana atau menggunakan alat teropong telur yang kini sudah banyak di jual, termasuk di penetasan.com ini.

Meneropong telur bisa dilakukan ditempat yang gelap supaya isi telur bisa terlihat dengan jelas. Pada dasarnya, ciri dari telur semua unggas memiliki embrio atau tidak adalah sama. Yaitu adanya titik hitam gelap didalam isi telur. Jika embrio tersebut telah tumbuh, maka akan mulai terlihat semburat-semburat merah disekitar titik tersebut dan akan semakin banyak seiring berjalannya waktu.

Selama masa inkubasi tidak ada ketentuan khusus harus berapa kali bisa dilakukan candling atau peneropongan. Bahkan salah satu sumber kami mengatakan, peneropongan bisa dilakukan setiap hari. Tapi cara meneropong telur seperti ini bisa kurang efektif, karena ketika telur keluar dari mesin maka ia akan mendapatkan suhu yang berbeda. Perubahan suhu yang drastis bisa menyebabkan kerusakan pada telur. Untuk menghindari hal ini, maka kami sarankan candling bisa dilakukan 3-4 kali selama masa ikubasi.

Waktu peneropongan pertama yang paling ideal dilakukan pada hari ke-3 sampai ke-5 inkubasi.  Hal ini karena minggu pertama masa inkubasi, adalah masa paling kritis perkembangan embrio. Jika ternyata ditemukan telur yang tidak fertil, maka telur bisa diambil. Telur yang tidak fertil pada jagka waktu ini masih bisa dikosumsi, jadi petani tidak akan mengalami kerugian.

Setiap unggas memiliki jangka waktu yang berbeda untuk bisa menetas. Contohnya ayam yang membutuhkan waktu 21 hari, bebek 28 hari, dan sebagainya. Selama masa inkubasi, embrio yang sudah terbentukpun bisa saja mati secara tiba-tiba. Kematian embrio ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Itulah sebabnya tetap lakukan peneropongan selama masa inkubasi.

Cara meneropong telur selanjutnya, bisa dilakukan secara acak 2-3 kali sampai 3 hari sebelum telur dijadwalkan menetas. Anda akan melihat banyak sekali perubahan yang terjadi pada embrio telur. Jika pada peneropongan kali ini Anda menemukan telur yang infertil (kosong), maka telur bisa dibuang. Telur ini sudah tidak bisa diselamatkan, baik untuk dijual atau dikonsumsi.

Kenapa telur infertil harus segera diambil? Selain untuk memberikan ruang pada telur yang lain, tujuannya supaya telur tidak busuk dan meledak didalam mesin. Bakteri dari telur yang busuk, dapat menganggu pertumbuhan telur yang lainnya juga. Setelah mendekati 2 atau 3 hari sebelum waktu telur menetas, peneropongan sudah tidak perlu dilakukan lagi. Karena pada masa tersebut embrio sudah terbetuk hampir sempurna dan sudah memposisikan diri untuk menetas.

Cara Meneropong Telur Yang Benar

Tetap saja, ada beberapa langkah yang harus Anda ikuti dan harus Anda ingat selama melakukan peneropongan pada telur, diantaranya :

  1. Ambil telur dari inkubator, kemudian letakan didepan cahaya dan lihat isi telurnya.
  2. Pastikan tangan dalam keadaan bersih dan kering. Karena tangan yang lembap, akibat minyak, air, atau keringat bisa meyebabkan pori-pori telur tertutup.
  3. Sebaiknya, telur dibawa keluar dari mesin maksimal 30 menit saja. Tapi jika sebelum 30 menit sudah selesai, bisa langsung dikembalikan. Tujuannya agar telur tidak menjadi dingin dan rusak.

Hasil Peneropongan Telur

Hasil peneropongan telur akan sangat beragam karena telur terus tumbuh setiap hari. Beberapa kondisi yang akan Anda temukan diantaranya :

  1. Embrio hidup

Embrio terbuahi dengan atau secara sempurna dan mamapu tumbuh dengan baik. Telur dengan embrio hidup memiliki kemungkinan besar bisa menetas.

  1. Embrio mati di awal

Embrio sudah terbuahi dengan sempurna dan mulai tumbuh, tapi tiba-tiba mati dalam jangka waktu yang sebentar. Embrio yang sudah mati bisa dipastikan tidak akan perah bisa menetas.

  1. Telur infertil

Telur infertil adalah telur yang embrionya tidak dibuahi oleh jantan dengan sempurna. Telur yang seperti ini sudah tidak bisa menetas, tapi masih bisa untuk dikonsumsi.

  1. Embrio mati di akhir

Embrio terbuahi dengan sempurna dan tumbuh dengan baik. Tapi ketika mendekati waktu menetas, embrio tiba-tiba saja mati.

Bagi Anda petani penetas telur yang masih pemula, mungkin masih kesulitan untuk bisa melihat isi cangkang dengan baik meskipun candling dilakukan dengan benar. Untuk itu, kami akan membantu memberikan informasi pada Anda contoh gambar hasil dari candling telur. Karena telur ayam dan bebek adalah telur yang palig sering ditetaskan, maka kami akan menggunakan keduanya sebagai contoh.

hasil peneropongan telur

hasil peneropongan telur

Cara meneropong telur bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, baik untuk para pemula atau yang sudah ahli sekalipun.