cara menetaskan telur burung love bird, kenari dan lainnya

Cara Menetaskan Telur Burung

Posted on

Siapa bilang penetas telur hanya bisa digunakan untuk menetaskan telur ayam, bebek, atau itik saja. Telur burung juga bisa ditetaskan dengan mesin penetas. Masih banyak penangkar burung yang lebih memilih menetaskan telur dengan cara yang tradisional atau cara alami dengan induk burung, padahal penggunaan mesin bisa dimanfaatkan. Bagaimana cara menetaskan telur burung? Simak penjelasannya di bawah ini

Mesin yang digunakan juga sama saja dengan mesin penetas telur biasanya. Penggunaan mesin penetas justru memiliki tingkat keberhasilan penetasan yang lebih tniggi dari pada cara alami atau cara tradisional. Penggunaan mesin penetas juga bisa mengurangi kerugian yang dialami penangkar.

Baca juga : Mesin penetas telur burung

Waktu telur menetas juga hampir sama dengan ayam, yaitu 21 hingga 27 hari. Tapi jika telur sudah berusia 30 hari lebih tetap tidak menetas, maka dipastikan embrio pada telur tersebut memang tidak tumbuh. Pada dasarnya, menetaskan telur burung kenari atau lovebird sama dengan menetaskan telur unggas lanniya. Hanya saja ada beberapa perbedaan. Burung seperti lovebird atau kenari memiliki waktu bertelur berbeda dengan ayam atau unggas lainnya.

Burung kenari dan lovebird bertelur secara bertahap. Setelah bertelur pertama, burung akan bertelur kembali setelah 1-2 hari kemudian dan begitu selanjutnya. Dalam satu kali periode bertelur, burung lovebird biasanya akan bertelur 4-6 butir. Hal inilah yang menjadi kesulitan bagi para penangkar. Karena dengan adanya jeda waktu, maka waktu menetasnya telur juga akan berbeda. Bahkan penangkar berpotensi rugi karena telur yang keluar terakhir kali memiliki sedikit kemungkinan untuk menetas.

Dengan menggunakan mesin penetas, maka penetasan telur burung bisa lebih efektif. Kemungkinan matinya embrio pada telur terakhir juga bisa diminimalisir. Salah satu cara yang bisa dicoba yaitu penetasan bisa dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan periode waktu telur keluar dari induknya.

Cara Menetaskan Telur Burung Love Bird, Kenari, dan Lainnya

Berikut cara menetaskan telur burung menggunakan mesin penetas yang baik dan benar supaya telur burung lovebird dan kenari ataupun lainnya bisa menetas dengan efektif.

Siapkan mesin penetas

Sama seperti perlakuan cara menetaskan telur ayam, puyuh, bebak dan lain sebagainya, persiapan mesin tetap diperlukan. Jangan sampai lupa karena kebersihan juga berperan penting menetasnya telur burung dengan baik.

  • Lakukan fumigasi pada mesin satu hari sebelum digunakan, untuk mengurangi kuman yang mungkin ada di dalam mesin. Campurkan 0,6 gr bubuk Potasium Permanganat (KMNO4) ke dalam sebuah wadah lebar dan pipih, lalu tambahkan 1,2 cc Larutan Formalin. Masukkan wadah tersebut ke dalam ruang mesin. Tutup Mesin Penetas dan Lubang Ventilasi, tunggu kurang lebih 30 menit. Jika sudah, wadah bisa dikeluarkan kembali.
  • Panaskan mesin hingga mencapai suhu yang stabil, yaitu 38ºC atau 39ºC. Lakukan pemanasan ini minimal selama 30 menit sebelum telur dimasukkan.
  • Cek dengan cermat cara kerja thermostat, lampu dan yang lainnya.
  • Sediakan juga cadangan bola lampu atau lampu templok (minyak tanah).
  • Berikan air pada baki dibawah tempat telur untuk menjaga kelembapannya.

Persiapan Cara Menetaskan Telur Burung

Telur burung yang akan kami tetaskan disini yaitu telur love bird. Ambil telur dari indukan lovebird. Mengambil telur dari lovebird ini ada beberapa tekniknya tergantung indukannya. Pertama bisa langsung diambil saat lovebird menetas dan ganti telur dengan telur palsu (dummy egg) agar induk lovebird tidak mencari. Kedua, bisa menunggu terlebih dahulu sampai lovebird selesai bertelur dan ambil sekitar 3-5 hari setelah selesai bertelur, dihitung dari telur terakhir.

Jika menggunakan metode dummy egg, maka telur yang sudah diambil bisa disimpan lebih dulu pada inkubator dengan suhu 29º C.  

Sebelum dimasukkan ke dalam mesin, telur sebaiknya dilap dulu dengan kain bersih dan lembut. Usahakan jangan sampai terkena air sedikitpun.

Perlakuan telur burung pada mesin penetas

  • Pada hari pertama memasukkan telur pada mesin, setting mesin pada suhu 34º C dan diamkan selama 1 hari. Setelah satu hari baru naikkan menjadi 37º C. Pada hari selanjutnya, tetap jaga suhu berada pada sekitar 35ºC – 38ºC serta kelembapannya 60-75%.
  • Selama 3 hari setelah telur dimasukkan dalam mesin, jangan menggerakkan mesin atau melakukan apapu pada telur.
  • Setelah hari keempat, baru bisa dilakuka peneropangan pada telur, tujuannya untuk memastikan apakah embrio berkembang atau tidak. Pada hari itu juga sudah bisa dilakukan pembalikan telur yang bisa dilakukan secara manual atau otomatis mesin.
  • Selama telur didalam mesin, tetap jaga suhu dan kelembapannya dalam keadaan stabil, tidak masalah jika sesekali dilakukan peneropongan. Pembalikan telur tetap dilakukan 2x sehari setiap 3 atau 6 jam sekali.
  • Sering cek air pada nampan, jika mulai berkurang bisa ditambahkan untuk mencegah kekeringan. Telur burung memerlukan kelembapan yang lebih tinggi dari pada telur unggas yang lainnya.  
  • Setela telur berusia 10 hari, pidahkan telur pada wadah seperti magkok yang dilapisi tisu atau kapas, dan dimasukkan dalam mesin. Bisa juga dengan melapisi tarangan telur pada mesin menggunakan tisu atau kapas. Tujuannya, agar mirip seperti sarang burung aslinya.
  • Jika telur sudah mulai retak, telur sudah siap untuk menetas. Anakan yang sudah menetas bisa didiamkan di dalam mesin selama sehari penuh dengan suhu yang tetap. Jangan beri makan atau minum selama 5-6 jam setelahya sampai anakan burung berak berwarna kehijauan. Itu tandanya metabolisme anakan burung sudah mulai bekerja.
  • Setelah telur berada pada mesin selama 1 hari, pindahka anakan pada inkubator yang telah disiapkan dengan suhu yang sama.
  • Lolohkan makanan pada anakan dengan intensitas 5-6 jam sekali.
  • Bila telur susah menetas pada waktunya itu pertanda mesin kekurangan kelembabannya. Kita dapat mensiasati dengan mengelap telur menggunakan kain basah dengan air agak hangat. Perlu diingat jangan sekali-sekali membantu mengupas karena dapat mengakibatkan kecacatan pada anak burung.