cara menetaskan telur puyuh

Cara Menetaskan Telur Puyuh

Posted on

Cara menetasan telur puyuh jauh berbeda dengan menetaskan telur ayam atau telur bebek. Perlakuan yang dibutuhkan juga sangat simple, peneropongan atau pengecekan embrio juga cukup dilakukan sekali. Serta waktu penetasan yang cukup singkat. Kalau ayam membutuhkan waktu 21 hari, bebek 25 hari, sedangkan puyuh cukup 16-18 hari saja.

Memang budidaya puyuh kini memiliki peluang yang cukup besar. Permintaan konsumen baik dalam bentuk telur atau dagingnya kini meningkat pesat. Meskipun kini penyedia puyuh sudah cukup banyak, di beberapa daerah masih ada yang kesulitan mnedapatkan puyuh. Kalaupun ada, biasanya memiliki harga jual yang tinggi. Jika Anda menginginkan budidaya puyuh, baik daging atau telurnya. Bisa mulai dengan menetaskan sendiri telur puyuh secara alami baik itu dengan mesin penetas sederhana dari kardus yang dilengkapi termostat dan lampu listrik untuk suhu, sampai menggunakan mesin penetas full otomatis.

Untuk mesin penetas yang digunakan sama saja dengan mesin penetas telur biasa. Hanya mungkin bisa menggunakan kapasitas yang kecil. Karena telur puyuh juga kecil-kecil, jadi pakai mesin yang kecil sudah bisa menampung banyak telur. Baik mesin penetas semi manual atau otomatis yang digunakan, bisa tetap berhasil jika semua proses perlakuannya dilakukan dengan teliti dan rutin.

Cara Menetaskan Telur Puyuh Yang Baik Dengan Mesin Penetas

Kunci utama kesuksesan dalam menetaskan telur adalah kontrol suhu dan kelembapan yang pas. Selain itu, faktor lain yang mendukung adalah kualitas telur, kualitas indukan, serta proses yang dilakukan saat penetasan. Untuk lebih jelasnya, bisa mengikuti aturan dan proses cara menetaskan telur puyuh dibawah ini.

Memilih telur yang berkualitas

Pemilihan telur adalah hal yang paling penting. Karena jika telur puyuh yang dipilih memiliki kualitas buruk, maka daya tetasnya juga berkurang. Faktor lainnya yang harus diperhatikan diantaranya :

  • Jangan membeli telur puyuh dipasar, itu sudah jelas langsung dibuat lauk makan saja
  • Telur puyuh berbentuk oval
  • Telur bersih
  • Memiliki berat antara 10-11 gram
  • Cagkang telur tampak halus
  • Warnanya normal, yaitu putih dengan corak-corak hitam
  • Ketebalan kulitnya rata
  • Terdapat embrio yang artinya akan menjadi anak puyuh
  • Usia telur puyuh tidak lebih dari 7 hari
  • Telur didapat dari induk yang berkualitas, dengan usia 3-4 bulan, sehat, mendapatkan asupan makanan yang baik, serta memiliki masa produksi 1,5- 2 tahun kedepan.
  • Sebelum dimasukkan, cuci bersih telur puyuh menggunaka air hangat-hngat kuku untuk menghilangkan kotoran, serta memudahkan dalam peneropongan nanatinya.

Persiapan mesin penetas

Tingkat kesuskesan dalam menetaskan telur puyuh, bergantung pada kualitas mesin penetas yang digunakan . Mesin harus tetap bisa mempertahakan kelembapan, kestabilan suhu, serta ventilasi udara yang cukup. 

  • Lakukan fumigasi pada mesin satu hari sebelum digunakan, untuk mengurangi kuman yang mungkin ada di dalam mesin. Campurkan 0,6 gr bubuk Potasium Permanganat (KMNO4) ke dalam sebuah wadah lebar dan pipih, lalu tambahkan 1,2 cc Larutan Formalin. Masukkan wadah tersebut ke dalam ruang mesin. Tutup Mesin Penetas dan Lubang Ventilasi, tunggu kurang lebih 30 menit. Jika sudah, wadah bisa dikeluarkan kembali.
  • Panaskan mesin hingga mencapai suhu yang stabil, yaitu 38ºC atau 39ºC. Lakukan pemanasan ini minimal selama 30 menit sebelum telur dimasukkan.
  • Cek dengan cermat cara kerja thermostat, lampu dan yang lainnya.
  • Sediakan juga cadangan bola lampu atau lampu templok (minyak tanah).
  • Berikan air pada bak dibawah tempat telur untuk menjaga kelembapannya.

Proses cara menetaskan telur puyuh

Tahap terpenting dalam penetasan telur puyuh dan telur-telur lainnya ada pada proses ini. Bagaimana cara perlakuan selama telur berada didalam mesin juga menjadi penentu keberhasilan telur menetas dengan sempurna. Jika hanya didiamkan saja, maka telur puyuh malah bisa rusak dan tidak bisa menetas.

  • Masukkan telur puyuh yang telah disiapkan ke dalam wadah, kemudian masukkan ke dalam mesin yang telah siap. Letakkan telur dengan posisi bagian yang lancip berada dibawah dan bagian yang tumpul menghadap keatas.
  • Atur suhu pada mesin berada pada 38ºC atau 39ºC, dengan kelambapan sekitar 65-70% atau 45-50%.
  • Balik telur secara rutin sebanyak 2-3 kali sehari, dengan durasi waktu yang sama. Tujuannya agar panas bisa merata ke seluruh bagian telur, serta embrio tidak melekat pada satu titik saja.
  • Saat proses penetasan telur, mesin bisa dimatikan selama 15 menit setiap hari, tujuannya memberikan ruang pada telur untuk menyesuaikan diri. Hal ini mengacu pada induk telur yang kadang meniggalkan telurnya beberapa waktu untuk mencari makan. Tapi, kalaupun hal ini tidak dilakukan tidak masalah, telur puyuh akan tetap bisa menetas.
  • Perlakuan hari ke-4, pertahakan suhu dan kelembapan pada angka yang tetap dan mulai buka ventilasi ¼ bagian. Tetap bolak-balikkan telur seperti biasa.
  • Perlakuan hari ke-5 masih sama dengan mempertahankan suhu dan kelembapan, sedangkan ventilasi sudah bisa dibuka ¾ bagian. Pada hari ke-5 ini, ambil 2-3 butir telur puyuh untuk dicek apakah memiliki embrio atau tidak. Cara mengeceknya bisa menggunakan teropong, tapi jika kesulitan bisa dipecahkan saja. Jika didalamnya terdapat titik galur merah, berarti telur memiliki embrio dan sudah mulai memasuki proses pembetukan.
  • Perlakuan hari ke-6, lakukan pembalikan telur secara rutin, dan ventilasi sudah bisa dibuka seluruhya.
  • Perlakukan hari ke-8. Pada masa ini, tetap lakukan pembalikan rutinan, pengecekan suhu serta kelembapannya.
  • Perlakukan hari ke-14, pembalikan telur rutina sudah mulai bisa dihetikan.
  • Perlakukan hari ke-15-18, pada hari tersebut sudah mulai ada beberapa telur puyuh yang menetas. Pindahkan DOQ yang sudah menetas ke tempat lain yang telah disiapkan, denga suhu yang sama pada mesin tetas. Bekas cangkang bisa langsung dibersihkan agar tidak menganggu. Jika ada beberapa telur yang kesulitan keluar dari cagkangnya, sebaikya dibiarkan saja. Biarkan ia keluar dengan caranya sendiri, karea jika dibantu bisa menganggu tumbuh kembang nantinya.

Pada dasarnya, semua cara yang dilakukan untuk menetaskan telur puyuh adalah penting dan saling berkesinambungan. Jika ada satu atau dua hal saja yang terlewat, bisa meyebabkan daya tetasnya menurun. Jika sudah menurun, bukan tidak mugkin kalau Anda juga akan mengalami kerugian saat menetaskan telur puyuh.