cara mengatur kelembaban incubator

Cara Mengatur Kelembaban

Posted on

Cara mengatur kelembaban mesin tetas telur ayam, bebek, burung, puyuh dan segala jenis telur unggas : Selain faktor suhu dan kualitas telur yang akan adna tetaskan, pastinya anda juga sudah sidkit banyak mengetahui tentang apa pengaruh kelembapan pada hasil penetasan.

Tapi sebelum membahas lebih jauh cara mengatur kelembaban yang ideal pada mesin penetas telur yang akan anda gunakan, sebaiknya simak dulu yuk gan apa sih sebenarnya kelembapan itu dan apa juga hubungan antara Kelembaban dan proses penetasan telur ayam, bebek maupun  burung?

Baca juga: cara menetaskan telur ayam

Pengenalan Kelembaban Untuk Pemula

Kelembaban udara yaitu kandungan uap air yang ada pada udara, entah itu berada di dalam ruangan atau di luar ruangan.

Kelembaban udara memiliki sifat jenis yang bertolak belakang dengan temperature udara atau suhu udara di suatu tempat.

Jadi bisa di asumsikan begini, jika suhu udara pada suatu tempat atau ruangan rendah maka akan menyebabkan tingkat kelembaban pada ruangan atau tempat itu semakin tinggi begitu sebaliknya.

Untuk selangkapnya mengenai apa itu kelembapan udara bisa anda cari di Wikipedia. Karena disana ada segalanya.

Disini kami akan lebih focus membahas tentang bagaimana cara mengetahui dan mengatur kelembapan yang ideal pada mesin penetas telur otomatis manupun manual.

Lantas, bagaimana cara anda untuk mengetahui berapa kelembapan udara? Simak sibawah ini!!

Tips Mengetahui Tingkat Kelembaban Mesin Tetas Telur

Layaknya mengetahui suhu dalam mesin penetas telur dengan bantuan alat yag bernama thermometer, untuk mengetahui kelembapan dan cara mengatur kelembaban mesin tetas telur ada juga lho alatnya.

Apa alat untuk mengukur kelembaban mesin penetas telur? Ya, kami yakin anda juga mengetahuinya.

Anda bisa gunakan hygrometer digital untuk mempermudah dalam pembacaan berapa kelembapan yang berada dalam mesin penetas telur yang akan digunakan.

Sebenarnya ada juga hygrometer analog atau hygrometer jarum , namun itu kuran efisien jika digunakan untuk membaca kelembapan pada mesin penetas telur.

Sebab untuk kelembaban butuh angka yang lebih akurat jika dibandingkan dengan pembacaan suhu.

Sebenarnya, masalah kelembaban tidak melulu soal ruangan, namun  juga masalah besarnya kantong udara dalam telur juga perlu diperhatikan, karena itu juga berubah dari waktu awal penetasan sampai akhir masa pengeraman dan akhirnya ayam menetas.

Hal tersebut perlu diperhatikan dan wajib menjadi perhatian lebih untuk menentukan berapa tingkat kelembapan mesin tetas yang akan kita gunakan nantinya.

Caranya bagaimana? yaitu anda bisa gunakan bantuan alat teropong telur untuk menentukan bagimana perubahan kantong udara yang ada di dalam telur selama masa pengeraman dan masa penetasan.

Anda bisa lakukan candling (peneropongan telur) pada hari kelima masa pengeraman dan hari ke 18 sebelum masa penetasan.

“Alat teropong telur dapat mudah anda temukan di olshop kami penetasan.com”

Jadi, apabila kantung udara pada telur terlalu kecil, maka kelembaban mesin tetas bisa dikatakan terlalu tinggi.

Dan sebaliknya apabila kantung udaranya besar, maka kelembaban udara dalam mesin tetas kurang atau terlalu rendah. Jadi anda bisa menstabilkannya.

Baca selanjutnya:  cara meneropong telur sebelum penetasan dan saat penetasan telur

Cara Mengatur Kelembaban Mesin Tetas Telur Yang Tepat

Mengapa kami berikan embel-embel kata yang tepat?? Karena mungkin kebanyakan dari anda mungkin belum benar-benar mengetahui bagai mana cara mengatur kelembapan udara yang ideal dalam mesin penetas telur itu bagaimana?

Jika suhu pada mesin penetas yang anda dapatkan sudah berada dikisaran 60% mungkin tidak akan terjadi masalah, lants bagaimana jika kelembapan mesin anda hanya berada di kisaran 35 sampai 40% saja. Pasti ini akan berakibat fatal bagi proses penetasan anda.

Nah, agar mesin penetas telur dapat menghasilkan Kelembaban yang cukup secara alami untuk proses penetasan telur dan mendapatkan hasil penetasan telur yang maksimal. Maka anda harus lakukan beberapa cara yang tepat seperti berikut:

  • Caranya yaitu dengan menggunakan nampan yang lebih besar agar porsi air yang akan gunakan selama proses penetasan lebih banyak.
  • Selain itu anda bisa juga gunakan spon atau kain basah yang bisa anda letakkan pada nampan air.

Hal di atas bisa anda gunakan untuk menaikkan kelembaban mesin tetas telur yang anda gunakan hingga mencapai 80%, karena permukaan air yang di upakan lebih luas.

Note Penting:

  1. Pada mesin tetas telur yang stnadart dari produksi pabrikan, kelembaban alamiah dibuat dengan memasukkan sebuah Nampan yang berisi air ke dalam ruang mesin tetas.
  2. Saat mesin berada pada kondisi normal, kelembaban dapat mencapai 55 hingga 60%, ini cukup untuk menetaskan Telur Ayam dan Burung yang notabenememiliki cangkan yang lebih lunak jika di bandingkan dengan telur bebek dan ayam kalkun.
  3. Untuk Telur Bebek dan kalkun dibutuhkan Tingkat Kelembaban yang lebih tinggi yaitu dikisaran 75 sampai 80 %, oleh sebab itulah bisa di bantu dengan menambahkan spon ataupun kain basah pada nampan air.
  4. Cara menaikkan kelembaban pada mesin penetas menggunakan spon dan kain basah yang diletakkan pada nampan di atas, hanya berlaku untuk penetas telur atau inkubatror dengan kapasitas 30 butir sampai  200 butir telur saja dalamsekali penetasan.
  5. Untuk mesin berkapasitasn besar dengan kisaran penetasan 500 sampai 2000 butir telur sekali penetasan. Mungkin alat tambahan macam pemanas air, aerator, kipas untuk sirkulasi udara dan kontroler suhu maupun kelembapan yang digital bisa di tambahkan agar suhu maupun kelembapan bisa lebih maksimal.
  6. Supaya mesin penetas telur anda awet maka kelembaban maksimum yaitu 90% tidak boleh lebih, sebab kelembapan yang tinggi selain dapat merusak komponen elektronik didalamnya juga mampu merusak bok mesin penetas telur yng terbuat dari kayu. Jadi, rawatlah yang sudah anda miliki!

Baca selanjutnya: cara mengatur suhu penetasan telur

Apa Sih Hubungan Antara Penetasan Telur dan Kelembaban?

Nah, pada sekmen akhir ini kami akan berikan alaasan kenapa sih menetaskan telur harus ribet sekali harus mengatur suhu dan kelembapan. Hal ini dikarenakan komposisi terbesar telur yaitu Air. Tidak percaya lihat gambar dibawah ini

cara menaikkan kelembaban ruangan

Melalui gambar di atas bisa diperhatikan jika hampir dari 70% kandungan dari berat telur adalah air, sisanya hanya udara dan cangkang telur saja.

Nah, bagaimana jika telur lama dipanaskan dalam inkubator (mesin penetas telur)? Pastinya kadar air di dalamnya akan semkain berkurang bukan

Bagaimana jika semakin berkurang?? Tentunya lama-kelamaan akan kering dan akan menyebabkan embrio telur akan mati sebelum masa penetasan.

Oleh sebab itulah kelembapan udara sangat di butuhkan dalam hal ini. Namun haruslah dalam ambang yang pas, tidak boleh terlalu tinggi dan juga rendah seperti pengaturan kelembapan pada mesin tetas telur yang sudah kami berikan di atas.

Lalu, bagaimana jika pengaturan kelembaban tidak berjalan dengan maksimal?? Simak sibawah ini penjelasnnya!

Apa Pengaruh Penetasan Terhadap Kelembaban Yang Tidak Optimal?

Bebikut beberapa kegagalan penetasan yang di akibatkan oleh kurang optimalnya pengaturan kelembaban pada mesin penetas telur:

  • Telu akan kering dan menyebabkan embrio mati
  • Telur terlalu banyak mengandung kadar air sehingga calon mati tenggelam.
  • Telur ayam tetap keras sehingga anak ayam tidak bisa kelur dan akhirnya mati pada masa penetasan
  • Paruh anak ayam bisa bengkok
  • Anak ayam memiliki mata yang lengket sehingga akan bepengaruh apda penglihatannya
  • Akan embuat anak aya yang menetas memiliki ukuran kecil
  • Anak ayam menetas sebelum waktunya
  • Anak ayam gagal menetas

Bagaimana, cukup mudah bukan cara mengatur kelembapan mesin tetas telur yang kami berikan di atas? Kami rasa anda tidak butuh kesimpulan dari tips kali ini. Sebab semua ulasan mengenai cara mengatur kelembaban mesin tetas telur dari kami di atas rasanya sudah cukup jelas.

Pastikan selalu gunakan mesin penetas telur dari kami dan terimakasih sudah mampir pada site kami kali ini. Semoga sukses selalu dan makin jaya peternak di Indonesia!!!!