Cara Penanganan Telur Tetas Yang Benar

Cara Penanganan Telur Tetas

Posted on

Cara penanganan telur tetas yang tepat agar hasil maksimal ini bisa anda gunakan setelah anda tahu tempat yang baik untuk penempatan alat tetas, Jika anda belum membacanya anda bisa membancanya terlebih dahulu pada link artikel di bawah ini:

Baca juga: tips meletakkan mesin tetas yang tepat

Penanganan persiapan telur yang akan digunakan merupakan salah satu faktor yang juga cukup penting pada proses penetasan telur.

Hal ini jarang diperhatikan dan tak jarang pula menjadi salah satu penyebab gagalnya proses penetasan telur ayam dengan menggunakan mesin penetas telur.

Karena kualias hasil tetas dari telur sangat sangat rentan terhadap goncangan masa pada setiap tahapan sebaiknya telur tetas diperlakukan dengan hati-hati.

Telur yang diperlakukan dengan kasar seperti sering dikocok-kocok serta digoyang dapat menyebabkan  terjadinya kematian embrio atau kegagalan penetasan telur.

Baca juga: cara menetaskan telur burung

Tips Cara Penanganan Telur Tetas Agar Hasil Maksimal

Cara Penanganan Telur Tetas

Setidaknya anda harus melakukan beberapa cara penanganan telur tetas dari penetasan.com dibawah ini agar telur yang akan anda tetaskan menggunakan mesin penetas telur otomatis maupun manual dapat memberikan hasil yang maksimal.

Berikut tipsnya:

A. Proses Persiapan Telur Tetas

1. Lakukan Pencucian

Anda bisa melakukan proses pencucian telur tetas ini menggunakan kapas atau lap lembut yang dibasahi dengan air hangat. Untuk telur tetas yang terlalu kotor sebaiknya singkirkan dan jangan ditetaskan. Jadi hanya pilih telur dengan kualitas bagus.

Baca juga: cara memilih telur yang tepat untuk ditetaskan

2. Penyimpanan Telur Tetas Yang tepat

Setelah telur dibersihkan anda bisa simpan telur terlebih dahulu pada suhu penyimpanan antara 12—15° C (55—60° F) dengan kelembapan selkitar 75 – 80% sembari jumlah telur cukup untuk di tetaskan menggunakan mesin penetas telur.

Anda bisa menyimpannya di tempat yang terhindar/terlindung dari panas dan angin, bersih, serta tidak berbau.

Dan sebaiknyan lama penyimpanan telur tetas tidak lebih dari 5 hari karena akan mengurangi kualitas penetasan dari telur tersebut.

B. Proses Penetasan Telur

1. Perhatikan Penempatan Telur Dalam Mesin Tetas

Ini menjadi sangat penting karena penempatan telur yang diletakkan tidak benar atau terbalik dapat menyebabakan posisi embrio menjadi tidak normal atau bahkan mati setelah kerabang telur retak.

2. Lakukan Peneropongan Telur

Anda juga perlu melakukan hal ini karena dengan melakukan peneropongan telur anda bisa melihat perkembangan dari embrio telur yang anda tetaskan,

Anda bisa lakukan peneropongan pertama telur sebelum masa inkubasi. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memeriksa apakah telur yang hendak ditetaskan memiliki kualitas sempurna, tidak mengalami keretakan pada cangkang agar gagalnya proses penetasan dapat diminimalisir sejak dini.

Anda juga bisa melakukan proses peneropong telur menggunakan teropong telur tetas pada hari ke 5 masa inkubasi dengan mesin penetas telur untuk mengetahui hasil perkembangan embrio pada telur.

Anda bisa sortir telur yang memiliki kualitas bagus untuk lanjut pada proses penetasan atau tidak dan berlanjut ke wajan penggorengan.

3. Proses Pemutaran Telur

Nah kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemutaran atau pembalikan telur??

Anda bisa memulainya pada hari ke-6 sampai hari ke-18 dengan durasi minimal setiap tiap 3 jam sekali.

Jika anda menggunakan mesin penetas otomatis asli dari penetasan.com maka anda sudah tidak perlu repot lagi untuk memutar telur setiap 3 jam sekali karena pemutarannya akan di lakukan secara otomatis.

NB penting:

  • Untuk pemutaran telur yang diletakkan secara vertikal anda jangan memutar telur sampai 180 derajat. Hal ini karena dapat menyebabkan bagian telur yang tumpul berada di bawah, sehingga bisa membuat kantung udara pecah dan embrio mati.
  • Untuk pemutaran telur yang di letakan secara horizontal dalam mesin tetas, maka pemutarannya harus dilakukan dengan cara membalikkan sisi yang tadinya berada di atas menjadi di bawah maupun sebaliknya. Oleh sebab itu, salah satu dari dua sisi telur bisa anda tandai dengan spidol permanent agar nantinya nantinya dapat diketahui telur tersebut sudah diputar atau belum.

C. Setelah Proses Penetasan

Selalu lakukan proses pembersihan cangkang telur yang sudah menetas dari mesin penetas ayang anda gunakan. Sebab sisa cangkang telur yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan mesin penetas anda menjadi sarang bakteri yang dapat menyebabkan kegagalan proses penetas anda berikutnya.

Bagaimana cara penangan telur tetas sebelum ditetaskan, saat ditetaskan maupun setelah ditetaskan ternyata sangat mudah bukan??

Nah,,,setelah anda memahami perihal penanganan telur seperti di atas, maka hal lain yang perlu juga anda perhatikan dalam proses penetasan yaitu pahami juga suhu penetasan, cara mengatur kelembaban penetasan, ventilasi udara penetasan dan tips memilih telur yang baik untuk di tetaskan.

Terimakasih dan salam sukses selalu peternak indonesia jaya.

Jangan lupa share ya