sejarah mesin penetas telur

Sejarah Mesin Penetas Telur

Posted on

Sejarah mesin penetas telur : Kita tahu bisnis peternakan ayam sampai saat ini tidak pernah ada matinya. Banyak orang menjalankan usaha ternak ayam tidak semena karena masalah keuntungan yang menjanjikan. Berdasarkan riset yang kami lakukan, tujuan beternak ayam juga didasari karena hobi ataupun kesenangan hati.

Sebenarnya tidak hanya itu saja, jika diulas lebih dalam, asal mula beternak ayam memang karena kebutuhan daging ayam dan juga telur di Indonesia ini terus menjulang tinggi. Bahkan tidak hanya negara kita, seluruh manca negara juga sangat membutuhkan bahan pokok daging dan telur ayam yang segar.

Oleh sebab itulah peluang bisnis ternak ayam petelur sangat berkembang pesat. Banyak peternak melakukan berbagai cara merawat ayam agar bisa memproduksi telur lebih banyak dan mendapatkan keuntungan yang melimpah. Bahkan untuk mendapatkan tujuan tersebut para peternak mulai melakukan perawatan telur atau menetaskan sendiri dengan berbagai cara.

Dari sinilah munculnya para ahli teknik untuk menciptakan suatu alat guna mempermudah para peternak. Dan alat tersebut dinamakan incubator atau mesin penetas telur.

Hadirnya mesin penetas telur yang mempermudah para peternak

Mesin penetas telur pertama di buat manusia kurang lebih 3000 tahun yang lalu, tepatnya di negara Mesir. Alat penetas ini ditemukan dalam wujud rumah yang terbuat dari batu bata. Rumah ini memiliki bentuk persegi panjang yang disekat menjadi ruangan kecil dengan dilengkapi oven didalamnya.

Orang mesir kuno memiliki cara khusus untuk memilih telur yang baik untuk ditetaskan. Ruang penetasan juga memiliki rak yang gunanya untuk membakar jerami, kotoran, ataupun arang. Tujuannya untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat dan stabil.

Setiap sehari sekali mereka selalu membalik posisi telur. Tidak hanya itu saja, mereka juga mengkontrol kelembaban dengan cara menaruh goni basah pada telur ayam. Cara ini benar benar efektif, tingkat keberhasilan cukup tinggi, yaitu mencapai angka 90%. Dalam waktu seminggu mereka bisa menjual 32.000 anak ayam dari 40.000 telur yang ditetaskan.

Menilik sejarah tersebut, para ahli teknik merencanakan untuk menciptakan mesin penetas telur sederhana ataupun otomatis agar cara yang dilakukan orang Mesir kuno bisa gunakan di berbagai Negara dengan mudah dan praktis.

Mesin Penetas Telur dibuat dengan hanya menggunakan lampu pijar yang memiliki daya 5 watt. Mesin penetas ini juga dilengkapi dengan rak telur yang bisa berputar sendiri guna meratakan suhu telur agar proses penetasan bisa maksimal. Tidak hanya itu, komponen mesin penetas telur juga dilengkapi dengan thermostat yang berfungsi untuk mengatur suhu ruang bisa tetap stabil.

Mesin ini diciptakan untuk menetaskan telur berbagai unggas seperti ayam, puyuh, burung, bebek, mentok dan lainnya.

Mesin Penetas Telur benar efektif dan efisien?

Tentu saja, bisa dibayangkan sendiri. Proses penetasan telur ayam memerlukan waktu 21 hari, sedangkan telur unggas lainnya juga mempunyai waktu yang berbeda.

Jika Anda membiarkan induk ayam mengerami telurnya sendiri, maka si induk tersebut akan berhenti bertelur sejak pertama dia mengerami telur sampai merawat anaknya.

Artinya, Anda pasti akan kehilangkan banyak potensi untuk telur ayam baru yang akan ditetaskan. Dengan menggunakan mesin penetas telur, Anda tidak akan membuang-buang waktu yang banyak.

Jadi, Anda bisa membiarkan si induk ayam terus bertelur sambil mengatur waktu penetasan dengan mesin penetas telur.  Ada juga keutungan lain, dengan menggunakan mesin penetas maka akan melindungi dari ancaman predator pemangsa yang bisa membahayakan induk ayam dan juga merusak telur.

Faktor kegagalan saat penetasan disebabkan oleh apa?

Meskipun terlihar mudah, tapi faktanya masih banyak yang mengalami kegagalan saat menetaskan telur menggunakan mesin penetas.

Bukan karena cara kerja mesin penetas itu sendiri, melainkan kurangnya informasi akan mesin penetas itu sendiri. Dalam proses penetasan, Anda harus bisa menjaga faktor kelembaban dengan baik dan mengatur suhu yang pas.

Tidak hanya itu saja, sebelum menetaskan telur Anda juga harus bisa memilih telur yang siap untuk ditetaskan atau tidak. Untuk mengetahuinya Anda bisa menggunakan alat yang dinamakan teropong telur. Bagaimana caranya? Baca artikel kami berikut cara meneropong telur dengan baik dan benar

Mesin penetas telur otomatis dan sederhana

Alas tetas telur yang diciptakan parah ahli teknik memiliki dua metode. Yaitu otomatis dan manual. Cara kerja kedua mesin penetas ini sama, perbedaannya hanya prosesnya saja.

Mesin penetas telur manual hanya dilengkapi thermostat untuk mengatur suhu Agar tetap stabil. Sedangkan untuk pemutaran rak telur Anda harus melakukannya sendiri. Misal pemutaran rak telur 3 jam sekali ya dalam waktu tersebut Anda harus siap untuk memutarnya.

Kalau mesin penetas telur otomatis cara kerjanya dapat di setting untuk pemutaran rak ayam. Rak ayam mau berputar berapa jam sekalipun bisa di atur. Jadi Anda tidak perlu ribet memutar telur secara manual setiap berapa jam sekali. Anda akan membuang waktu luang kalau seperti itu.

Jadi bagus yang otomatis? Ya kalau secara teknis tentunya lebih bagus. Tapi alat tetas telur yang manual juga memiliki keunggulan. Anda bisa melihat sendiri perkembangan telur seperti apa, melihat kondisi kelembaban dan juga suhu. Jadi faktor kegagalan bisa dihindari.

Jika Anda masih bingung, baca artikel kami cara kerja mesin penetas telur yang terbukti berhasil.

Jangan lupa share ya