ventilasi udara mesin tetas

Cara Mengatur Ventilasi

Posted on

Ventilasi udara mesin penetas telur juga perlu diperhatikan : Cara menetaskan telur ayam, bebek, itik dengan bantuan mesin tetas telur sebenarnya sangat mudah dilakukan.

Namun, selain beberapa hal seperti pengaturan suhu penetasan, pengaturan kelembapan mesin penetas telur dan juga memilih tempat peletakan mesin pentas telur yang tepat, ada juga satu hal yang penting lagi yang juga bisa menjadi faktor penyebab kegagalan dan keberhasilan penetasan menggunakan mesin penetas telur yaitu masalah ventilasi udara mesin penetas telur.

Kenapa ya keberadaan lubang sirkulasi udara (Ventilasi) pada mesin penetas telur harus senantiasa diperhatikan? Hal ini karena mengingat di dalam telur terdapat embrio yang bernafas dan dalam perkembangannya akan menghirup O2 dan membuang CO2. Jadi hal tersebut haruslah menjadi perhatian dan prioritas para pengguna mesin penetas telur.

Pengaturan Ventilasi Mesin Tetas Yang Tepat

Seperti yang sudah kami utarakan di atas jika embrio memerlukan oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) selama dalam perkembangannya pada masa proses penetasan.

Jadi, jika CO2 dalam ruang telur terlalu banyak maka angka  penyebab kematian embrio atau mortalitas akan tinggi. Ini bisa menjaid penyebab rendahnya daya tetas telur.

Ukuran standart dari volume CO2 yang diperlukan dalam ruang telur yaitu sekitar 0,5 – 0,6%, saja dan untuk O2 sekitar ysaitu 21%, dan kecepatan udara di dalam mesin tetas yaitu sekitar 12 cm/menit.

Pada mesin penetas telur modern, ventilasi udaranya diatur secara otomatis dengan alat khusus yaitu automatic ventilator. Namun kebanyakan mesin penetas telur yang beredar di pasaran kita saat ini  masih memakai sistem pengaturan ventilasi masih manual.

Berikut tips pengaturan ventilasi mesin penetas telur yang tepat:

  • Pada hari ke 1 – 4 : ventilasi ditutup rapat.
  • Pada hari ke 5 : ventilasi dibuka ½ bagian dan dilakukan proses peneropongan telur.
  • Pada hari ke 6 : ventilasi dibuka ½ bagian.
  • Pada hari ke 7 : ventilasi dibuka ¾ bagian.
  • Pada hari ke 10 sampai masa penetasan : ventilasi dibuka seluruhnya.

Dengan menggunakan panduan vetilasi udara mesin penetas telur yang tepat seperti di atas maka akan membuat hasil penetasan telur menggunakan mesin penetas telur yang anda gunakan saat ini bisa memberikan hasil yang lebih maksimal.

Fungsi Sirkulasi Udara (Ventilasi) Pada Mesin Penetas Telur

Berikut eberapa fungsi dari ventilasi udara pada mesin tetas:

  • Untuk mengirim oksigen dari luar masuk ke dalam mesin tetas.
  • Dapat membuang CO2 ke luar mesin tetas sehingga kadarnya CO2 dalam mesin tetas telur tidak lebih dari 0.5%.
  • Dapat membat udara panas merata di seluruh ruangan mesin penetas telur.

Terimakasih semoga tips pengaturan vebtilasi udara pada mesin tetas dari kami di atas dapat menjadi solusi untuk anda yang selama ini mungkin selalu mengalami kegagalan saat menetaskan telur dengan bantuan mesin penetas telur baik itu otomatis ataupun manual.

Semoga bermanfaat dan maju terus peternak Indonesia. Salam sukses!!